Dalam bukunya ‘The Origin of Species’ Darwin (1859) mengatakan bahwa “Kehidupan dapat terjadi secara kebetulan jika dipenuhi kondisi yang tepat”. Dari dasar ini muncul banyak spekulasi bahwa kemungkinan kehidupan bisa terjadi dari materi yang berada pada planet-planet diluar bumi sekalipun. Untuk mendukung hal itu manusia juga mangamati kemungkinan-kemungkinan adanya kondisi-kondisi yang mendukung adanya kehidupan di luar bumi seperti Bulan dan Mars. Usaha-usaha yang dilakukan NASA USA, Rusia, Eropa, maupun China ke Bulan dan Mars merupakan usaha yang berpangkal dari filsafat evolusi Darwin tersebut. Karena tidak ada sumber lain, atau dasar teori manapun selain teori evolusi yang membawa kemungkinan kearah itu. Bahkan Firman Tuhan juga tidak pernah menyatakan adanya makhluk di luar planet Bumi.
Apabila beberapa para ilmuwan zaman modern telah melakukan ekspedisi ke luar Bumi, jauh sebelumnya pada tahun 1891-1892 Eugene Dubois telah berhasil menemukan fosil transisi ‘Pithecanthropus Erectus’ yang menghubungkan manusia dengan kera. Hasil penemuan E. Dubois tersebut diduga karena mendapat pengaruh dari Charles Darwin sehingga ia berpikir bahwa manusia bukan hasil ciptaan yang khusus dari Allah, tetapi hasil perkembangan dalam proses evolusi.
Berawal dari filsafat evolusi, para ilmuwan saling berlomba melakukan berbagai ekspedisi ingin membuktikan kebenarannya. Sampai dengan saat ini kebenaran tentang teori tersebut masih terus dipertanyakan, bahkan telah menjadi topik perdebatan yang panjang diantara mereka. Setidaknya, ada tiga ukuran yang dipakai untuk dapat membuktikan kebenaran teori tersebut yakni, pertama kebenaran ilmiah berdasarkan fakta yang ada, kedua diperlukan kronologis waktu yang cukup lama dan yang terakhir melalui kebenaran mutlak.
Berdasarkan ketiga ukuran tersebut di atas, keberadaan teori evolusi tidaklah relevan pada zaman sekarang ini. Karena baik secara ilmiah, bahkan telah melewati waktu yang panjang, kebenaran mutlak tentang keberadaan teori tersebut hingga saat ini belum berhasil dibuktikan. Bahwa tidak ada kehidupan diluar angkasa, manusia bukanlah transisi dari kera seperti yang terdapat pada Alkitab yang menyatakan bahwa kehidupan hanya melalui proses penciptaan, yaitu hari ke 5 dan ke 6 penciptaan (Kej 1:24-26) dan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1:26-27) adalah benar.
Apa yang para ilmuwan telah lakukan hanyalah perwujudan nyata dari obsesi imajinasi Charles Darwin. Kesimpulannya adalah Alkitab merupakan kebenaran mutlak yang menjadi ukuran utama dari segala aspek kehidupan di dunia ini.
Oleh :
Prahasti Citra Yunita
Recent Articles :


