Rekamlah sebaik mungkin acara Holy Matrimony (dalam Kristen) dan Ijab Kabul (dalam Islam), karena disitulah momen terpenting atau puncak acara dalam video dokumentasi pernikahan.
Gereja atau Mesjid
Mulailah dengan pengambilan outdoor, lingkungan keluarga, gereja/mesjid dalam Long-Shot. Rekam kedatangan pengantin, keluarga, dan para tamu. Paling baik adalah zoom ke Medium-Shot, agar semua yang hadir terekam dengan baik. Sebelum upacara dimulai, Anda dapat merekam suasana indoor. Rekam dari berbagai sudut dan ukuran shot. Berikan lebih banyak dinamika dengan prinsip ‘dari besar ke kecil’. Dalam arti, rekamlah mulai dari lingkungan gereja/mesjid terlebih dahulu, kemudian rekam suasana didalam gedung.
Datangnya Pengantin
Aktifkan feature “Steady Shot” di dalam Camcorder (apabila ada) dan peganglah camcorder tersebut. Arahkan terus di daat salah satu pengantin tiba. (Dalam upacara pernikahan di gereja, mempelai wanita didampingi ayahnya datang berjalan menuju altar, sementara mempelai pria menantinya. Sedangkan upacara pernikahan di mesjid, biasanya mempelai pria yang lebih dahulu menghampiri meja dan bangku, kemudian mempelai wanita menyusulnya). Pengambilan gambar yang tepat adalah Medium-Shot, sehingga kedua mempelai tampak memenuhi frame. Camcorder kedua juga berfyngsi untuk mengambil Close-Up kedua mempelai.
Perkuat Suasana
Untuk lebih menghidupkan suasana, rekamlah ekspresi penuh harap dan haru para tamu. Nantinya shot tersebut hanya akan ditampilkan sesaat saja, sehingga tidak perlu terlalu detail dan lengkap. Sebelumnya, cari posisi yang ideal untuk merekam.
Holy Matrimony (Christian) /Ijab Kabul (Islam)
Rekamlah puncak acara ini dari dua perspektif (dua camcorder). Dengan bantuan Tripod, letakkan camcorder pertama antara meja dan bangku untuk pengantin, sehingga ketika puncak acara berlangsung, rekaman tidak terganggu oleh guncangan tangan. Usahakan camcorder pertama tersebut dapat mengambil gambar kedua mempelai dengan pastor/penghulu. Camcorder kedua untuk merekam adegan lengkap acara tersebut secara Free-Style. Perlambat gerakan tangan anda. Sesuaikan alur rekaman dengan momen tersebut secara khidmat. Atur isi shot, usahakan mata pengantin tepat berada pada garis sepertiga frame bagian atas (rule of third), agar komposisi tampak harmonis. Begitu puncak acara dimulai dan ketika kedua mempelai saling mengucap janji, Close-Up wajah pengantin pria dan wanita. Ketika saling menyematkan cincin, zoom-in jemari mereka dan ketika selesai, zoom-out secara perlahan.
Keluar Dari Gedung
Shot-shot pendek dalam Long-Shot menandakan akhir upacara. Ubah posisi Camcorder pertama (yang menggunakan Tripod), dan arahkan ke punggung kedua mempelai untuk merekam kepergian mereka. Biarkan dalam kondisi “Run” untuk mengambil pengantin dari arah belakang (ketika meninggalkan gedung). Sementara itu, diluar gedung Anda harus sudah siap dengan camcorder kedua. Pada jarak yang tepat, rekamlah kedua mempelai dari arah depan. Sesuaikan irama langkah mereka dengan shot anda. Rekam juga semua keluarga dan para tamu yang keluar dari gedung. (asl)
Recent Articles :



güzel sözler Mar 16
super i love this site