Acara pernikahan selalu mempunyai daya tarik tersendiri. Tenang, khidmat, tangis haru, gembira, tertawa, bahagia, semua perasaan bercampur menjadi satu. Momen-monen tersebutlah yang selayaknya diabadikan.
Bagi Sebagian orang, hari pernikahan adalah hari terpenting dalam hidup mereka. Upacara adat, sesrahan, Ijab Kabul (Muslim) atau Holy Matrimony (Kristen), bertukar cincin, sungkeman, potong kue, lempar bunga, resepsi dan acara-acara lainnya tentu harus ada dalam video pernikahan.
Pada umumnya, pengantin menyewa tenaga professional untuk membuat video dokumentasi. Namun, terkadang mereka meminta seorang teman yang dipercaya mampu melakukannya dengan baik. Bila anda yang terpilih, maka mulailah mempersiapkan diri mulai dari perlengkapan, proses shooting, komposisi yang tepat, menyeleksi materi video, hingga mengeditnya menjadi video pernikahan yang dinamis yang akan dikenang terus oleh kedua mempelai sampai maut memisahkan.
Prepare Yourself
Untuk membuat dokumentasi yang baik, persiapan yang sempurna sangatlah penting sebelum hari “H” tiba. Anda harus mengetahui secara pasti apa yang akan anda hadapi. Jadi sebaiknya ikut dalam acara persiapan, gladi resik, briefing, dan dapatkan jadwal acara setepat mungkin beserta nomor telepon penting dari pihak keluarga.
Anda harus mengenal setiap waktu dan lokasi acara, termasuk kondisi cahaya, dan sudut pengambilan angle gambar. Poin-poin acara dan orang-orang yang hadir juga penting untuk diketahui. Setelah informasi terkumpul, buatlah rencana shooting, dan persiapkan peralatan shooting sesuai dengan rencana diatas. Jangan terlalu banyak membawa peralatan yang nantinya hanya akan membebani.
Perhatikan agar setiap acara direkam dari berbagai sudut pengambilan (perpektif) dan berbagai ukuran shot : Long-Shot (LS), Medium-Shoot (MS), dan Close-Up (CU). Dari banyaknya hasil shooting tersebut, anda akan lebih leluasa mengemas video dokumentasi pernikahan yang apik dan menarik.
Peralatan yang Dibutuhkan.
Berikut adalah peralatan shooting yang biasanya disiapkan supaya shooting acara dapat berlangsung dengan baik.
Dua Camcorder.
Dengan dua camcorder, dokumentasi anda akan lebih bervariasi, karena anda akan mendapatkan dua angle gambar yang berbeda dalam waktu bersamaan. Pada proses editing, kedua angle tersebut dapat dikombinasikan. Bila budjet anda mencukupi gunakanlah camcorder 3CCD atau semi-professional camcorder semisal Panasonic DVX100, Sony VX2000, maupun Canon XL2.
Baterai.
Tidak ada hal yang lebih buruk, apabila baterai camcorder anda habis ditengah jalan, ketika momen penting tengah berlangsung. Jadi, sediakan baterai cadangan beserta chargernya di lokasi.
Tripod.
Tripod biasanya dipakai bila acara berlangsung dalam suasana yang hening, dimana semua berfokus kepada kedua mempelai. Hal ini supaya kita tidak mengganggu jalannya acara. Tripod juga berguna untuk mengurangi gangguan berupa guncangan pada camcorder. Posisi yang stabil sangat penting untuk pengambilan Long-Shot dan Close-Up.
Lampu.
Bawalah lampu yang dapat dipasang pada camcorder untuk mengatasi masalah pencahayaan pada camcorder dan bila dibutuhkan bawa juga lampu sorot khusus (stand-lamp) yang berguna untuk menambah efek pencahayaan pada lokasi kedua mempelai.
Microphone.
Gunakan microphone external untuk menangkap suara dari lingkungan sekiar. Jangan menggunakan microphone bawaan dari camcorder karena hasilnya sangatlah jelek. Bila memungkinkan, pasanglah microphone khusus didepan kedua mempelai atau bila mempelainya setuju, pasangkanlah portable wireless microphone sebanyak 2 buah di jas dan baju pengantin mempelai. Hasil rekaman suara yang bagus akan menunjukkan kualitas video yang anda kerjakan.
Body Rigs (optional).
Body rig digunakan supaya guncangan pada camcorder bisa dikurangi, dan juga membantu tangan anda supaya tidak terlalu capek menggenggam camcorder. Body rigs dan full body rigs biasanya dipakai untuk pembuatan film maupun video klip.
VideoCrane (optional).
Videocrane Biasanya digunakan untuk pengambilan sudut gambar dari atas. Bila ada balkon (misalnya di gereja), pengambilan gambar bisa dilakukan dari tempat tersebut.
Setelah semuanya dipersiapkan maka anda sudah siap untuk mengambil momen pernikahan pada hari “H”. Persiapan yang terakhir adalah usahakan datang dengan berpakaian rapi. Kebanyakan saya melihat banyak videographer yang datang dengan pakaian yang menurut saya kurang pantas. Yang tepat adalah datang berpakaian rapi dan menunjukkan keramahan terhadap keluarga dan kerabat-kerabat kedua mempelai supaya proses shooting dapat berjalan dengan lancar dan tertib. (al)
Recent Articles :


